(ditulis oeh: Al-Ustadz ldral Harits)
“Kiai-ku lebih pintar dari kamu!”, “Imamku-lah yang paling benar!”, ungkapan-ungkapan seperti ini sering kita dengar ketika ada nasihat disampaikan. lnilah antara lain gambaran taklid dan fanatisme golongan, penyakit yang telah lama menjangkiti umat.
Hancurnya kaum muslimin dan jatuhnya mereka ke dalam kehinaan tidak lain disebabkan kebodohan mereka terhadap Kitab Allah l dan Sunnah Nabi-Nya Shalallahu’alaihiwasallam, serta tidak memahami pengertian dan pelajaran yang terdapat pada keduanya.
Demikian pula yang menjatuhkan umat lslam ke dalam perbuatan bid’ah dan khurafat. Bahkan kebodohan terhadap agamanya ini merupakan faktor utama yang menumbuhsuburkan taklid.
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه
أجمعين، أما بعد :
…
insyaAllah kembali hadir di tengah-tengah kaum Muslimuun di Kota Bandung Kajian Ilmiyah Islamiyah, bersama:
Pemateri ke-1 : Al Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Mundzir hafidzahullah
Pemateri ke-2 : Al Ustadz Abu Yasir Wildan hafidzahullah
Tema ke-2 : “MAHALNYA HIDAYAH”
Pemateri ke-3 : Al Ustadz Syuhada Abu Syakir Al Iskandar hafidzahullah
Tema ke-3 : “TANGISAN PARA PEMBACA AL-QUR’AN”
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه Continue reading »
أجمعين، أما بعد :
…
insyaAllah kembali hadir di tengah-tengah kaum Muslimuun di Kota Bandung Kajian Ilmiyah Islamiyah, pada:
Biografi Asy Syaikh Ubaid Al-Jabiri hafidzahullah
Disusun oleh: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Yahya
Nama
Beliau adalah Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al-Hamdani Al-Jabiri. Suku Hamdan termasuk dalam keluarga suku Jabir dan suku Jabir termasuk ke dalam keluarga suku Harb Al-Hijaz. Beliau adalah kepala suku Hamdan.
`Update Informasi Jadwal Kajian
Ahlussunnah Wal Jama’ah di Kota Bandung dan Cimahi
(16 Jumadil Tsani 14 32 H)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه
أجمعين، أما بعد :
Sobat Kampus & Pelajar SMA/ SMK di Kota Bandung, Alhamdulillah atas rodho Allah Subhanahuwata’ala, insyaAllah kepanitiaan Kajian Bandung, Kajian Kampus IT Telkom, Kajian Kampus ITB, Kajian Kampus UNPAD Jatinangor & Kajian Kampus LPKIA akan mengadakan Pengajian Akbar Kawula Muda.
Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa.
Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya adalah baik. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim no.2999 dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu)







