بسم الله الرحمن الرحيم
-“Aku Melawan Teroris ” Sebuah Kedustaan Atas Nama Ulama Ahlussunnah
dan
“CMM” Sebuah Kedustaan Atas Nama Asatidz Ahlussunnah-
Semenjak beberapa hari terahir ini saya memang tidak banyak tahu dan melihat perkembangan dan informasi keagamaan yang disajikan di dunia maya .
Alangkah terkejutnya saya ketika diberitahu seseorang – Semoga Alloh Ta’ala menjaganya – bahwa ada sebuah tulisan yang menyinggung-nyinggung soal saya dan soal CMM, disebutkan bahwa saya nulis buku yang kemudian diterbitkan CMM
Semula saya tidak ingin menanggapinya karena hal tersebut sebelumnya sudah saya jelaskan saat ada yang menanyakannya. tetapi, ketika berita itu semakin menyebar dan akhirnya saya pun melihatnya sendiri , maka saya merasa perlu untuk meluruskan hal yang sebenarnya .
Saya berlindung kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala jika apa yang ingin saya jelaskan ini hanya sebagai pembelaan diri .
Akan banyak waktu terbuang sebetulnya menanggapi hal-hal yang seperti ini, juga hanya akan membuat Si penulisnya merasa dihargai dan besar diri .
Namun ,Si penulis nampaknya tidak merasa puas kalau tulisan miring dan berbau fitnah itu belum tersebar kemana mana , entah apa yang diinginkannya dari itu semua , bisa jadi hasad , bisa jadi tamak terhadap dunia , yang jelas simak syair-syair berikut ini :
Mata- mata pendengki mengintaimu sepanjang masa .
Coba menampakkan kesalahanmu, Sedang kebaikan disembunyikannya .
Para Pemuda menanam kedengkian ketika tidak mendapatkan keinginannya Jadilah semua kaum sebagai lawan dan tandingannya
Rambutku telah beruban, Namun rambut sitamak belum jua beruban .
Orang yang tamak terhadap dunia , sungguh dalam kepayahan .
Saya tegaskan , bahwa saya tidak pernah menulis seperempat buku pun yang kemudian diterbitkan oleh CMM , Apalagi kalau sebuah buku atau satu
buku seperti yang dituduhkan Al Bilaly (Abu Hanan Sabil Ar Rasyad Al Bilaly).
Al Bilaly tidak akan pernah bisa menyebutkan bukti kebenaran tuduhannya selain dari , satu artikel yang saya tulis “Aku Melawan Teroris” Sebuah Kedustaan Atas Nama Ulama Ahlus Sunnah .
Saya kira kang Bilaly banyak termakan berita – berita yang disebar lewat surat kabar, persisnya ketika tulisan saya itu menjadi ramai diperbincangkan dan menjadi bahan diskusi – diskusi .
Dalam sebuah surat kabar tiba – tiba Tarmidzi Taher memberikan pernyataan ” Kurang lebih ada delapan kesalahan Imam Samudra dan pihaknya akan mengeluarkan sebuah buku bantahan “Aku Melawan Teroris” Sebuah kedustaan atas nama Ulama Ahlus Sunnah . Penulisnya sendiri adalah Al – Ustadz Abu Hamzah Yusuf ,dkk ” itulah kira-kira ungkapan Tarmidzi Taher
Kang Bilaly kelihatannya merasa cocok dengan berita ini – saya tidak tahu apa Al Bilaly membaca langsung berita ini atau dia mendengar hal itu dari orang lain, atau dia mendapatkan kiriman bukunya langsung dari CMM, tapi ini tidaklah penting, yang menarik adalah komentarnya, ”Saya bermesra-mesraan dengan JIL – CMM-“Pengikutnya JIL “…
Kang Bilaly tidak sendirian dalam tuduhan dan hujatan yang dilontarkan pada saya ini, tetapi diikuti juga oleh Abu Salma alias Abu Bur-han [Kang.. kalau di Bandung Burhan itu singkatan dari Bubur-Haneut].
Saya sendiri kaget ketika mendengar kabar berita pernyataan Tarmidzi Taher itu , hingga salah seorang ikhwan memperlihatkan surat kabarnya kepada saya .
Memang tidak lama buku yang dimaksud Tarmidzi Taher itu keluar, seorang ikhwanpun membawanya kehadapan saya dan setelah saya lihat barulah tahu bahwa isi buku itu adalah salinan dari majalah Asy Syari’ah edisi Teroris Berkedok Jihad dan disitulah saya menulis artikel dalam kajian utama dengan judul ” Aku Melawan Teroris ” Sebuah Kedustaan Atas Nama Ulama Ahlus Sunnah .
Jadi bukan saya yang sengaja mengirim tulisan itu langsung ke CMM kemudian mereka terbitkan, atau saya yang minta agar tulisan itu dibukukan, bagaimana mungkin saya lakukan hal ini sementara saya tahu siapa itu CMM, disamping itu tulisan yang diambil CMM pun bukan tulisan saya saja.
“Aku Melawan Teroris ” sebuah kedustaan atas nama Ulama Ahlus Sunnah, itulah judul yang tertulis disampul depan buku yang dimaksud oleh Tirmidzi Taher , isi buku itu sama persis seperti apa yang ada dalam majalah Asy Syari’ah tanpa dikurangi dan ditambahi , bahkan disalin juga tulian – tulisan dari beberapa asatidz yang mengisi rubrik manhaji, tafsir, dan hadits, karenanya disebutkan penulisnya adalah Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf dan kawan – kawan yang biasa dituliskan dkk.
Kang Bilaly dan Abu Bur-han lupa atau pura pura lupa, atau memang pelupa, atau memang bisa jadi tidak tahu apa-apa, sehingga hal yang seperti ini tidak diperhatikan, yang pada akhirnya dengan semangat mengesankan bahwa saya memang satu-satunya penulis buku itu dan berhubungan dengan penerbit CMM.
Majalah Asy Syari’ah tujuannya memang da’wah, Sehingga siapapun berhak membaca majalah tersebut dan mengambil faidah darinya, karenanya pihak redaksi memperbolehkan bagi siapapun dari pembaca untuk mengutip isi majalah tersebut sebagian atau seluruhnya dengan mencantumkan sumber dan penulisnya, makanya dalam buku terbitan CMM itu dituliskan majalah tersebut sebagai sumbernya
Repotnya pihak CMM yang menerbitkan tulisan – tulisan dimajalah tersebut kedalam bentuk buku, mereka komersilkan untuk kepentingan mereka.
Sejak pertama kemunculan buku itupun saya segera klarifikasi, Sebab pasti ada orang – orang yang memanfaatkan hal tersebut sebagai celah untuk menghasut saya dan para asatidz lainnya, buktinya memang ada dua tokoh “pendekar standar ganda”yang diperankan oleh Al Bilaly dan Abu Bur-han menjadi korbannya .
Saya dan beberapa ikhwan berusaha untuk dapat menghubungi pihak CMM tetapi tidak pernah berhasil dan nampaknya tidak digubris .
CMM adalah CMM, dan saya setuju dengan pernyataan “pendekar standar ganda”itu bahwa mereka adalah corongnya JIL di Indonesia dan yang berhaluan “Liberal”.
Darimana kemudian saya dikatakan bermesra-mesra dengan JIL atau bahkan pengikutnya??, lain kali dan kali lain-lain hati-hati kang…
Perkataan itu bak susu sapi yang telah diperas dari teteknya
Tidak mungkin dapat dikembalikan lagi kedalamnya
Bagaimana mungkin seseorang dapat mengembalikan susu sapi yang telah
diperas dari teteknya
Seperti itulah perkataan tak dapat dikembalikan ke tempat asalnya
Saya berlepas diri dari CMM dan apa yang ada didalamnya. Adapun kedua pendekar “standar ganda” itu mereka majhul disisi saya, entah pengikut aliran mana, beda dengan Abu Qatadah yang sok dibela-belanya itu, saya pergi ke Yaman bareng pulang bareng , ngajar di Pondok pernah bareng, keadaannya sudah wadhih, saya tidak ingin mengupasnya lagi, tulisan ini akan terlalu panjang bila mengupasnya.
Dua Pendekar “standar ganda” itu mungkin merasa girang dan menang ketika saya tidak menanggapi tuduhannya, sebagian ikhwanpun mendesak untuk segera meluruskan persoalan yang sebenarnya.
Tidak ada yang membuat saya tidak semangat untuk membalasnya melainkan saya teringgat bait – bait syair dari Salim bin Maimun Al Khowash :
فخير من اجابته السكوتُ
عييت عن الجواب وماعييت
قذ ًًى فى جوف عيني ما قذيت
خزيت لمن يجافيه خزيت
اذا نطق السفيه فلا تجبْه
سكتّ عن السفيه فظنّ أني
شرارالناس لوكانوا جميعا
فلست مجاوبا أبدًا سفيهًا
Jika Pembaca ingin tahu arti dari syair ini tanyakan saja pada pendekar “standar ganda”itu, Kang Bilaly dan Abu Bur-han, mudah mudahan mereka ngerti tapi hati hati dari tahrif dan ta’wilnya seperti yang terjadi di atas.
Bandung Raya, 20 Desember 2006
Yang selalu mengharap ampunan Rabbnya
Abu Hamzah Yusuf Al-atsary
Note:
Kami berlepas diri dari CMM berkaitan dengan buku tersebut:
http://www.cmm.or.id/cmm-ind.php?id=C0_19_3
Judul : Aku Melawan Teroris, Sebuah Kedustaan Atas Nama Ahlussunnah
Penulis : Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary
Cetakan I : Juli 2005
Penerbit : Center for Moderate Muslim
Tebal : 122 halaman
